Rabu, 17 Juni 2009

2009, Pengguna Internet Bakal Melebihi 10 Juta Orang


Berita ini diturunkan dari Antara News, dari Direktur PT Datakom Padma Wisesa, Distibutor Channel antivirus eScan Indonesia, Antonius Susanto, yang menjelaskan, Senin (15/06), bahwa software antivirus dan market komputer akan meningkat pesat dengan persaingan ketat sebanyak 30 persen di tahun ini, termasuk penjualan dekstop, laptop dan peningkatan jumlah pengguna Internet. Sesuai data APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) di tahun 2008, jumlah pengguna Internet di Indonesia ada sekitar 10 juta orang.

Namun, di sisi lain, masih menurut Antara News, semakin dengan meningkatnya Internet, maka tingkat kesadaran masyarakat untuk menggunakan perangkat lunak untuk keamanan data dan file juga semakin baik. Semakin berkembangnya jumlah pengguna Internet diperkirakan juga akan berimbas kepada system operasi, program aplikasi hingga software antivirus, tambah Antonius.

Masih dari sumber yang sama, Datakom kini sedang berfokus kepada penguna personal komputer di Indonesia, dan rencananya Datakom akan menawarkan harga yang ekonomis dibandingkan antivirus lain yang juga bersertifikasi internasional.

Indonesia Peringkat ke-7 Facebook di Dunia


Masyarakat Indonesia di tahun 2009 nampaknya akan menggunakan media sosial networking facebook dibandingkan dengan friendster. Hal ini terjadi karena kelengkapan fitur-fitur yang diberikan oleh facebook sangat lengkap, mulai dari mengupload gambar dan video, facebook chat, sampai dengan mengubah user name sesuai dengan kehendak penggunanya.

Facebook telah membius jutaan pengguna internet di seluruh belahan dunia. Tua, muda, pegawai, pejabat, bahkan calon presiden turut menikmati indahnya berada dalam alam Facebook. Umat - umat baru Facebookers telah membuat jarak berkomunikasi dan bersosialisasi antar anggota menjadi tiada batas. Coba kita tengok grafik pertumbuhan Facebook yang bergerak cepat dibanding layanan Friendster yang semakin menurun.

Menurut data statistik yang dilansir CheckFacebook.com, jumlah pengguna Facebook di Indonesia telah masuk 10 besar jumlah pengguna Facebook terbesar di dunia. Indonesia bertengger di peringkat tujuh, mengalahkan Australia, Spanyol, dan Kolombia di peringkat 10.

Menurut data tersebut, yang dikutip TeknologiNET, diketahui Indonesia merupakan negara dengan jumlah pengguna Facebook terbesar kedua setelah Turki di Benua Asia, yakni sebesar 5.949.740 user. Sementara Turki, yang menduduki peringkat keempat di dunia, memiliki 10.926.180 user per Selasa, 16 Juni 2009 pukul 17.00 WIB.

Perlu diketahui, saat ini pengguna Facebook di dunia telah mencapai 219.286.560 user. Amerika Serikat masih memimpin di posisi teratas dengan 66,7 juta, jauh meninggalkan Inggris di posisi kedua dengan 17,6 juta user.

Sementara di posisi ketiga menyusul Kanada dengan 11,2 juta. Peringkat lima dihinggapi Perancis dengan 10,1 juta pengguna dan disusul 9,7 juta oleh Italia, yang berada persis di atas peringkat Indonesia.

Dalam hal persentase populasi online, Indonesia mencapai angka 23,8 persen. Artinya, kurang lebih 23,8 persen dari total populasi penduduk di Indonesia telah terdaftar di Facebook. Angka tersebut masih jauh dibandingkan Bangladesh yang memiliki 79,4 persen, terbaik di dunia.

Adapun Vietnam, saat ini masih menjadi negara dengan pertumbuhan pengguna Facebook teratas di dunia dengan 22,34 persen pertumbuhan. Polandia dan China menyusul dengan masing-masing mencatat pertumbuhan 11,3 persen dan 10,8 persen

Rabu, 03 Juni 2009

Wimax dan 3G














Persaingan antara pengusung 3G dan WiMAX semakin seru. Masing-masing saling menunjukkan berbagai keunggulan, baik dari sisi teknologi, layanan maupun nilai ekonomis penerapannya. Beberapa negara telah menerapkan layanan 3G, terutama di Eropa yang jaringan 3G-nya boleh dikata sangat luas.

Namun, penggelaran yang menelan investasi ratusan miliar dolar itu, dianggap masih belum berhasil menggaet jumlah pelanggan yang signifikan. Padahal, selain investasi penggelaran jaringan, untuk mendapatkan lisensi 3G-nya pun mereka sudah harus mengeluarkan ratusan juta dolar.

Namun, apa yang terjadi dan dialami Eropa – meski banyak kalangan masih sangat optimis akan kebangkitan 3G di Eropa – tak sama seperti yang dialami di kawasan Asia. Di Asia, 3G tampaknya mendapat persepsi yang berbeda. Banyak negara dan operator yang mulai menyediakan layanan 3G. Lihat saja, Malaysia yang bulan lalu telah menerapkan 3G melalui Maxis Communications Berhad dan Celcom Berhad. Singapura telah lebih dahulu menerapkannya. Di Singapura, tiga operator 3G (SingTel, MobileOne dan StarHub) kini malah sudah memiliki tak kurang dari 30.000 pelanggan.

Perlombaaan penyediaan layanan 3G, tampaknya lebih pada pengejewantahan WCDMA 3G. Meski, sebenarnya, WCDMA bukan jalur migrasi CDMA ke 3G, begitu juga bukan jalur langsung GSM ke 3G. Banyak kalangan menilai bahwa WCDMA, sesungguhnya tak lebih cepat dibandingkan CDMA 2000-1X EVDO/EVDV, namun sebagian besar operator GSM masih tetap bersikukuh menggunakan jalur WCDMA ini dalam menyediakan layanan 3G.

Di sisi lain, ada sebagian yang mencoba untuk menggabungkan antara GSM dan CDMA dengan menampilkan jaringan berteknologi canggih yang mereka sebut GSM-1x, yang mencangkokkan fasilitas CDMA 2000-1X ke ponsel GSM. Jalur WCDMA ini diperkirakan akan semakin banyak ditempuh, bahkan untuk menuju ke HSDPA yang katanya dapat mentransmisikan data hingga kecepatan 14,4 Mbps. Hanya saja, HSDPA ini dianggap bukan lagi 3G, melainkan sudah 3,5G, atau bahkan 4G.

Di Jepang, NTT DoCoMo dan KDDI, malah menuai sukses, karena keduanya berhasil menggaet lebih dari 30 juta pelanggan 3G, yang kemudian menempatkan Jepang sebagai negara dengan pelanggan 3G terbesar di dunia.

Perlombaan 3G, memang harus berhadapan dengan kemajuan pesat WiMAX. WiMAX, yang dikabarkan menjanjikan keunggulan yang lebih besar dibandingkan 3G, meski dituntut untuk segera membuktikan ‘jati dirinya', namun telah menarik banyak kalangan, mulai dari operator, pemanufaktur perangkat, ISP dan lainnya.

Contohnya, di Korea Selatan, kalangan operator justru mengembangkan WiBro, yang dianggap sebagai turunan dari WiMAX. WiBro diperkirakan akan menjadi sandaran industri masa depan Korea.

Pertarungan antara 3G dan WiMAX masih akan panjang, karena kedua kubu masih harus benar-benar membuktikan keunggulannya, baik ketersediaan jaringan dan layanan, perangkat maupun model bisnis yang handal dan menghasilkan revenue yang tinggi.

The Headline ”eBizzAsia” edisi 28, Juli 2005, menampilkan perkembangan dan persaingan dua kubu besar itu, baik di mancanegara maupun di Indonesia. Di dalam negeri, pergulatannya masih cukup panjang, baik yang terkait dengan regulasi, frekuensi, maupun kesiapan operator dalam menyediakan layanan dan ketersediaan konten yang mendukung. Jalan memang masih panjang, namun pertarungan semakin sengit.