Berita ini diturunkan dari Antara News, dari Direktur PT Datakom Padma Wisesa, Distibutor Channel antivirus eScan Indonesia, Antonius Susanto, yang menjelaskan, Senin (15/06), bahwa software antivirus dan market komputer akan meningkat pesat dengan persaingan ketat sebanyak 30 persen di tahun ini, termasuk penjualan dekstop, laptop dan peningkatan jumlah pengguna Internet. Sesuai data APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) di tahun 2008, jumlah pengguna Internet di Indonesia ada sekitar 10 juta orang.
Namun, di sisi lain, masih menurut Antara News, semakin dengan meningkatnya Internet, maka tingkat kesadaran masyarakat untuk menggunakan perangkat lunak untuk keamanan data dan file juga semakin baik. Semakin berkembangnya jumlah pengguna Internet diperkirakan juga akan berimbas kepada system operasi, program aplikasi hingga software antivirus, tambah Antonius.
Masih dari sumber yang sama, Datakom kini sedang berfokus kepada penguna personal komputer di Indonesia, dan rencananya Datakom akan menawarkan harga yang ekonomis dibandingkan antivirus lain yang juga bersertifikasi internasional.
Masyarakat Indonesia di tahun 2009 nampaknya akan menggunakan media sosial networking facebook dibandingkan dengan friendster. Hal ini terjadi karena kelengkapan fitur-fitur yang diberikan oleh facebook sangat lengkap, mulai dari mengupload gambar dan video, facebook chat, sampai dengan mengubah user name sesuai dengan kehendak penggunanya. Facebook telah membius jutaan pengguna internet di seluruh belahan dunia. Tua, muda, pegawai, pejabat, bahkan calon presiden turut menikmati indahnya berada dalam alam Facebook. Umat - umat baru Facebookers telah membuat jarak berkomunikasi dan bersosialisasi antar anggota menjadi tiada batas. Coba kita tengok grafik pertumbuhan Facebook yang bergerak cepat dibanding layanan Friendster yang semakin menurun.
Menurut data statistik yang dilansir CheckFacebook.com, jumlah pengguna Facebook di Indonesia telah masuk 10 besar jumlah pengguna Facebook terbesar di dunia. Indonesia bertengger di peringkat tujuh, mengalahkan Australia, Spanyol, dan Kolombia di peringkat 10.
Menurut data tersebut, yang dikutip TeknologiNET, diketahui Indonesia merupakan negara dengan jumlah pengguna Facebook terbesar kedua setelah Turki di Benua Asia, yakni sebesar 5.949.740 user. Sementara Turki, yang menduduki peringkat keempat di dunia, memiliki 10.926.180 user per Selasa, 16 Juni 2009 pukul 17.00 WIB.
Perlu diketahui, saat ini pengguna Facebook di dunia telah mencapai 219.286.560 user. Amerika Serikat masih memimpin di posisi teratas dengan 66,7 juta, jauh meninggalkan Inggris di posisi kedua dengan 17,6 juta user.
Sementara di posisi ketiga menyusul Kanada dengan 11,2 juta. Peringkat lima dihinggapi Perancis dengan 10,1 juta pengguna dan disusul 9,7 juta oleh Italia, yang berada persis di atas peringkat Indonesia.
Dalam hal persentase populasi online, Indonesia mencapai angka 23,8 persen. Artinya, kurang lebih 23,8 persen dari total populasi penduduk di Indonesia telah terdaftar di Facebook. Angka tersebut masih jauh dibandingkan Bangladesh yang memiliki 79,4 persen, terbaik di dunia.
Adapun Vietnam, saat ini masih menjadi negara dengan pertumbuhan pengguna Facebook teratas di dunia dengan 22,34 persen pertumbuhan. Polandia dan China menyusul dengan masing-masing mencatat pertumbuhan 11,3 persen dan 10,8 persen
Persaingan antara pengusung 3G dan WiMAX semakin seru. Masing-masing saling menunjukkan berbagai keunggulan, baik dari sisi teknologi, layanan maupun nilai ekonomis penerapannya. Beberapa negara telah menerapkan layanan 3G, terutama di Eropa yang jaringan 3G-nya boleh dikata sangat luas.
Namun, penggelaran yang menelan investasi ratusan miliar dolar itu, dianggap masih belum berhasil menggaet jumlah pelanggan yang signifikan. Padahal, selain investasi penggelaran jaringan, untuk mendapatkan lisensi 3G-nya pun mereka sudah harus mengeluarkan ratusan juta dolar.
Namun, apa yang terjadi dan dialami Eropa – meski banyak kalangan masih sangat optimis akan kebangkitan 3G di Eropa – tak sama seperti yang dialami di kawasan Asia. Di Asia, 3G tampaknya mendapat persepsi yang berbeda. Banyak negara dan operator yang mulai menyediakan layanan 3G. Lihat saja, Malaysia yang bulan lalu telah menerapkan 3G melalui Maxis Communications Berhad dan Celcom Berhad. Singapura telah lebih dahulu menerapkannya. Di Singapura, tiga operator 3G (SingTel, MobileOne dan StarHub) kini malah sudah memiliki tak kurang dari 30.000 pelanggan.
Perlombaaan penyediaan layanan 3G, tampaknya lebih pada pengejewantahan WCDMA 3G. Meski, sebenarnya, WCDMA bukan jalur migrasi CDMA ke 3G, begitu juga bukan jalur langsung GSM ke 3G. Banyak kalangan menilai bahwa WCDMA, sesungguhnya tak lebih cepat dibandingkan CDMA 2000-1X EVDO/EVDV, namun sebagian besar operator GSM masih tetap bersikukuh menggunakan jalur WCDMA ini dalam menyediakan layanan 3G.
Di sisi lain, ada sebagian yang mencoba untuk menggabungkan antara GSM dan CDMA dengan menampilkan jaringan berteknologi canggih yang mereka sebut GSM-1x, yang mencangkokkan fasilitas CDMA 2000-1X ke ponsel GSM. Jalur WCDMA ini diperkirakan akan semakin banyak ditempuh, bahkan untuk menuju ke HSDPA yang katanya dapat mentransmisikan data hingga kecepatan 14,4 Mbps. Hanya saja, HSDPA ini dianggap bukan lagi 3G, melainkan sudah 3,5G, atau bahkan 4G.
Di Jepang, NTT DoCoMo dan KDDI, malah menuai sukses, karena keduanya berhasil menggaet lebih dari 30 juta pelanggan 3G, yang kemudian menempatkan Jepang sebagai negara dengan pelanggan 3G terbesar di dunia.
Perlombaan 3G, memang harus berhadapan dengan kemajuan pesat WiMAX. WiMAX, yang dikabarkan menjanjikan keunggulan yang lebih besar dibandingkan 3G, meski dituntut untuk segera membuktikan ‘jati dirinya', namun telah menarik banyak kalangan, mulai dari operator, pemanufaktur perangkat, ISP dan lainnya.
Contohnya, di Korea Selatan, kalangan operator justru mengembangkan WiBro, yang dianggap sebagai turunan dari WiMAX. WiBro diperkirakan akan menjadi sandaran industri masa depan Korea.
Pertarungan antara 3G dan WiMAX masih akan panjang, karena kedua kubu masih harus benar-benar membuktikan keunggulannya, baik ketersediaan jaringan dan layanan, perangkat maupun model bisnis yang handal dan menghasilkan revenue yang tinggi.
The Headline ”eBizzAsia” edisi 28, Juli 2005, menampilkan perkembangan dan persaingan dua kubu besar itu, baik di mancanegara maupun di Indonesia. Di dalam negeri, pergulatannya masih cukup panjang, baik yang terkait dengan regulasi, frekuensi, maupun kesiapan operator dalam menyediakan layanan dan ketersediaan konten yang mendukung. Jalan memang masih panjang, namun pertarungan semakin sengit.
Fatwa Facebook Haram yang ingin dikeluarkan oleh ulama di Jawa Timur mendapat tantangan keras dari para pengguna Facebook. Menurut mereka para ulama itu, harus memberikan dalil yang tepat sebelum mengeluarkan keputusan haram Facebook.
"Fatwa ini sungguh tidak realistis. Ulama itu harus menunjukkan dalil yang tepat karena Facebook juga memberikan dampak yang positif, kok," sungut Chandra Wirawan salah satu aktivis Facebook, seperti yang dikutip dari Okezone.com , Jumat (21/05)
Ditambahkan juga, situs jejaring sosial seperti Facebook itu justru mempunyai peraturan yang sangat ketat. Salah satu contohnya, jika pengguna Facebook menampilkan foto dari dada ke atas, maka pengelola akan segera menutupnya. Jadi bisa dibilang, Facebook sudah mempunyai filter sendiri.
Selain itu, menurut pria berusia 28 tahun tersebut, kalau ulama itu mau menghadang jejaring sosial, sebaiknya jangan hanya Facebook saja. Masih banyak situs jejaring sosial lain seperti, Friendster, ataupun Myspace. Dan bila memang seperti itu, sama saja ulama melarang penggunaan internet masuk ke Indonesia.
"Kegiatan di dunia maya memang membutuhkan interaksi antara laki-laki dan perempuan. Dan itu tergantung dari masing-masing pribadi dalam mengontrolnya. Malah bisa dibilang, yang mengawasi kegiatan dunia maya itu, hanya dirinya dan malaikat," tegasnya.
Beberapa pengguna lain yang intens mengelola Facebook pun memiliki pendapat mereka masing-masing, namun pada intinya semua memberikan satu suara yang bulat, yaitu menyayangkan sikap MUI jika Facebook akan difatwakan haram.
"Gak setuju kalau main Facebook sampai dibilang haram. Masalahnya selama ini yang saya lihat lebih banyak kebaikannya dibanding keburukannya," ujar Cempaka ketika ditanya pendapatnya oleh Okezone. Mahasiswi 21 tahun ini pun menambahkan, Facebook sangat membantunya dalam keep in touch dan menemukan kembali teman-teman lama.
Hal senada diungkapkan pengguna Facebook lainnya, Adinda, 23 tahun, seorang jurnalis salah satu media online mengatakan keberatannya soal fatwa haram Facebook.
"Sangat tidak penting memberlakukan fatwa haram untuk Facebook, gak relevan aja. Lagipula saya belum pernah menemukan fakta dan data yang mengungkapkan dampak Facebook disalahgunakan untuk kegiatan seks terselubung. Dampak buruk yang sering saya dengar selama ini, paling hanya membuat pengaksesnya lupa diri dan saya rasa itu masih wajar. Bergantung sama pribadi masing-masing lah," ujarnya.
Adinda pun menambahkan, jika iya Facebook akan difatwakan haram, seharusnya hal ini pun berlaku bagi situs jejaring sosial lainnya.
"Memang saat ini fenomena Facebook tengah booming, tapi jika para pengakses dilarang mengakses Facebook, bagaimana dengan situs jejaring sosial lainnya?. Kalau mau diharamkan kenapa pilih-pilih?. Seandainya Facebook ditutup, mereka masih bisa beralih ke situs jejaring sosial lainnya," katanya.
Cempaka mengatakan bahwa jika benar Facebook akan difatwakan haram, kemungkinan dia akan beralih menggunakan situs jejaring sosial lainnya.
"Kalau memang benar diharamkan, saya masih punya beberapa akun di situs jejaring sosial lain seperti MySpace dan yang lainnya,"
Sementara itu, Apriarto, 27 tahun, mengatakan tidak terlalu masalah baginya andai Facebook diharamkan. Dia berpendapat fenomena ini merupakan sebagian kecil dari dampak booming internet di seluruh dunia.
Namun Apriarto menghubungkannya dengan fenomena serupa yang pernah terjadi sebelumnya, karena hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Di berbagai belahan negara lain juga sudah banyak keberatan para pemuka agama atas dampak negatif berbagai situs jejaring sosial.
"Kebetulan memang Facebook yang tengah marak saat ini. Tapi jika baru sekarang MUI memberikan perhatian atas dampak buruk booming internet, kemana saja MUI selama ini? hari gini kok baru berkomentar?" tandasnya.
Bukan hanya para pekerja professional, kalangan ABG di Tanah Air kini tengah kegandrungan akses internet. Teruatama setelah makin marak layanan seperti messenger, blog, facebook sampai friendster. Hal ini ditunjang dengan kemudahan akses internet setelah operator seluler menyediakan layanan mobile internet.
Sejak awal tahun lalu, layanan data sudah mulai menjadi medan perang operator seluler, terutama operator yang memiliki layanan akses 3G atau HSDPA. Umumnya para operator ini mengklaim dengan teknologi 3G dan HSDPA ( 3,5 G) masyarakat bisa menikmati akses data dengan kecepatan tinggi.
Celakanya, apa yang diklaim oleh operator ternyata lebih sebatas promosi belaka. Dalam kenyataan, layanan data operator seluler terbilang baru digeber setengah hati. Ujung-ujungnya adalah konsumen merasa disuguhi produk abal-abal.
Terkait layanan data setengah hati yang diberikan operator, Onno W Purbo, pakar teknologi informasi memaparkan, jika mengacu pada logika investor, mereka memang tidak berani mengambil resiko tinggi. Menurut Onno mereka hendak mengambil untung namun berusaha melakukan investasi seminimal mungkin.
Apalagi, lanjut Onno, operator seluler sudah kepalang melakukan investasi dengan kucuran dana terlampau mahal di 3G. Sementara di sisi lain teknologi yang lebih murah dan lebih cepat akan dating sebentar lagi.
“Sekarang sudah terlambat, mesti maklum karena investasi 3G per BTS dengan biaya mencapai milyaran rupiah. Kalau saja dulu pemerintah mau memakai Wimax, harga BTS-nya jauh lebih murah dengan harga 6 ribu dolar AS atau ssekitar 60 juta (kurs 10.000). Harga tersebut jauh lebih murah, “ paparnya.
Tak heran, alih-alih menikmati layanan internet yang nyaman, justru sebagian pelanggan terpaksa berhadapan dengan akses internet lelet dan kerap putus nyambung. Puncaknya ketika layanan broadband internet IM2 dari indosat yang kedodoran menyokong trafik data karena jumlah pelanggannya sudah tak sepadan dengan kapasitas yang tersedia.
Kualitas merosot
Lebih jauh, tranpa dukungan kualitas dan infrastruktur jaringan memadai untuk menopang layanan internet, akhirnya pelanggan kembali menelan pil pahit. Coba saja tengok, setelah terjadi penurunan kualitas, barulah operator mengambil ancang-ancang memperbaiki dan menyempurnakan layanannya. Pihak indosat misanya baru mengungkapkan rencana menambah sekitar 1.000 unit node B (radio pemancar generasi ke tiga/3G). Padahal seiring dengan peningkatan trafik layanan data dari pelanggannya, kapasitas yang dimiliki indosat sudah kepalang kedodoran.
Menurut Direktur Marketing Indosat, Guntur S. Siboro, di Jakarta, beberapa waktu lalu, Indosat berencana node B ditambah sekitar 1.000 unit, dari saat ini sebanyak 1.500 unti node B. Termasuk peningkatan kapasitas serving GPRS support node (SGSN), dan gateway GPRS support node (GGSN) yaitu perangkat pengontrol dan penyalur lalu lintas data.
Penambahan tersebut, lanjutnya, terkait dengan lonjakan trafik seluruh layanan data indosat seperti pelanggan ritel, layanan GPRS, layanan internet pita lebar (internet broadband) yang mencapai 101 terra byte per pekan. Apalagi sebagian pelanggan memilih layanan akses tanpa batas (unlimited).
Guntur sendiri mengakui jika layanan data indosat dalam beberapa bulan terakhir cenderung mengalami penurunan. “ini karena kapasitas frekuensi yang dimiliki untuk melayani trafik data dan suara tidak mencukupi menyusul tingginya pertumbuhan pelanggan.”
Lebih jauh, dari sekitar 1.500 unit node B saat ini sebanyak 80% diantaranya digelar di wilayah Jabodetabek. Jumlah pelanggan pita lebar internet Indosat dikabarkan sudah mencapai sekitar 350.000 pelanggan per Februari 2009.
Terkait penurunan kualitas, Indosat sendiri sampai menjanjikan potongan harga pada tagihan pelanggan yang merasa dirugikan dengan penurunankualitas layanan data IM2. Pernyataan itu muncul dari pertemuannya dengan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Selain itu, Indosat pun siap membatasi penjualandatacard-nya.
Kondisi penurunan mutu layanan data tersebut seperti memperlihatkan bahwa operator kurang mempersiapkan diri secara matang dalam menjaga kualitasnya. Sehingga muncul kesan operator hanya berusaha mengeruk keuntungan dari bertambahnya pelanggan tanpa mengindahkan kualitas.
Sebenarnya tak hanya Indosat sendirian yang bermasalah dengan layanan datanya. Operator besar lain seperti Telkomsel ataupun XL kerap pula menuai keluhan dari pelanggannya terkait kualitas layanan data.
Namun, merujuk pada banyaknya keluhan terhadap layanan datanya, operator seluler pun berkilah bahwa frekuensi yang terbatas salah satu penyebabnya. Beberapa operator berupaya meminta tambahan frekuensi kepada pemerintah supaya layanan datanya optimal.
Misalnya Direktur Utama Indosat Johny Swandy Sjam yang mengaku telah melakukan upaya untuk menambah frekuensi jaringan sebesar 5 MHz. Indosat, lanjutnya, sudah mengajukan penawaran. (penyewaan frekuensi) kepada pemerintah.
Begitu pula dengan XL yang berupaya meminta tambahan frekuensi sebagai alasan dibalik penurunan layanan data. Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi menuturkan frekuensi yang ada (5Mhz) sudah tidak optimal lagi menunjang layanan data 3G.
Telkomsel pun mengajukan tambahan 5 MHz lagi untuk frekuensi seluler 3G. hal tersebut diungkap Direktur Utama Telkomsel, Sarwoto Atmosutarno.
Saat ini, frekuensi 3G Telkomsel telah digunakan untuk melayani pelanggan mobile broad band Flash 250ribu, Blackberry 45ribu, dan akses data ritel 3G 6,2 juta.
Cyberpreneurship adalah suatu kegiatan usaha dan bisnis dengan menggunakan peningkatan teknologi computer terutama internet, dalam hal ini usaha dan bisnis yang dipromosikan menggunakan brosur eletronik yang dikenal dengan homepage pada internet. Enterpreneurship adalahSeseorang yang berani mengambil suatu langkah untuk memasuki sebuah aktivitas tertentu atau menyambut suatu tantangan yang baru, di dalam enterpreneurship terdapat tiga hal yang paling penting yaitu ; creativity-innovation, opportunity-creation, dan Calculated risk-taking.
Technopreneurship adalah sebuah proses dalam pembentukan usaha baru yang melihat tekhnologi sebagai basisnya, dengan harapan bahwa penciptaan strategi dan inovasi yang tepat kelak bisa menempatkan teknologi sebagai salah satu faktor untuk pengembangan ekonomi nasional.
"Jangan gitu nak. . . nanti mau jadi apa kamu di kemudian hari" begitulah kata seorang ibu yang ku temui seusai pulang kuliah. ibu mana yang tak mau anaknya jadi bintang sukses di masa depan. seketika itu ku ingat keluarga dirumah. namun seketika itu juga ku berusaha tuk mengalihkan ke topik yang lain. Kerinduan terhadap keluarga memang kurasakan dengan frekwensi tak sedikit ketika ku beranjak kuliah dan tinggal di perantauan Jakarta. Sudahlah banyak dosa yang ku perbuat kali ini. Kurasakan dosa yang teramat banyak dan kurasakan pula dosa yang berbeda jika kuperbuat dosa itu terhadap orang yang melahirkanku ke dunia ini. Tak cukup tuk sekedar menyesal kali ini. Hidup bukan tuk menyesali keadaan sebelumnya, namun hidup tuk memperbaiki kesalahan dimasa lalu. Hari sabtu. . . kebanyakan orang senang dengan keadaan ini. apalagi jika malam sudah menjelang. "Sunday Night" menjadi hal yang lumrah tuk bercengkrama dengan kekasih atau sekedar teman sejawat. Bukannya aku bosan dengan keadaan yang sedang sendiri (jomblo). Kekasih bukanlah hal yang harus diprioritaskan. Ku nyaman hidup dengan teman baruku di Jakarta. Teman 1 kosan yang tak ada istilah senioritas, yang tak membedakan umur ataupun status. ku nyaman tuk menjalani hidup ini. . . fuuuuiiii.. . . .hhhh (sambil mengusap keringat). sendiri lagi di malam minggu. memang hari sabtu dan minggu keadaan kosan ku sangat berbeda dengan hari hari yang lain. Memang berkunjung ke sanak saudara bukanlah hal yang salah. hanya diriku penghuni kosan bawah yang selalu stanby ada di kosan. teman yang lainnya pergi meninggalkan begitu saja tanpa ada pesan. seakan semuanya statis dan hanya aku yang berjalan. 2 teman ku pergi ke sanak saudaranya yang tinggal di kawasan Jakarta, 3 teman yang lain pulang ke rumahnya. memang masih ada teman kosan atas yang bisa menemaniku. karakterlah yang menentukan nyaman atau tidaknya. Hanya dawai - dawai gitar yang kini selalu menemaniku. harmonisasi dan resonansi mengiringiku di sunday night ini. . . .
Selalu ada kelucuan, canda, tawa, jail, celetukan seru yang membuatnya tak pernah mengalami suatu hal yang membosankan. Seakan benda mati seperti meja, kursi, lemari, dan masing-masing kamar hidup dan mengiringi kesenangan dan kedukaan yang melanda. Dengan mudahnya memperoleh kesenangan, kebahagiaan, dan keromantisan di pijakan ini. Materi bukanlah segalanya, namun semangat tuk membantu sesama penghuni kos adalah yang terbaik. Serunya hidup dengan orang yang sungguh memiliki perbedaan karakter satu sama lain. Hanya dengan mengerti keadaan yang sedang melanda modalnya. Tak kan ada yang kan menandingi kisah seru yang selalu berbeda tiap harinya, yang hanya terjadi di kos 23.
Ketika seseorang mengatakan "Saya Ragu" pikiranku terpaku pada hatiku apakah saya akan melakukan hal yang sama dengan dia?? saling bertolak belakang denganku. saya lahir asli di daerah sunda Majalengka. saya bangga akan hal itu, dan sampai nafas ini kan berakhir saya kan tetap mengakui bahwa tempat kelahiran saya adalah di Majalengka. hidup dengan kedua orang tua yang bijak dan berkecukupan membuat hidupku penuh arti dan teka - teki. beliau tak ingin ada paksaan tuk menjadikanku dewasa. semua harus tercipta dari diriku pribadi ujarnya dalam hati dan pikiran mereka. semua tentang psikologi ku temukan satu persatu yang pada akhirnya saya tahu tujuan hidup dan arti hidup itu berbeda.